Puasa Ramadhan Negeriku…

Menjelang datangnya waktu isya, aku menyempatkan diri nongkrong di Kantor Operator pondok sambil menikmati sejuknya AC yang maknyuss..[heheh ndeso kayak ga pernah pakai AC]. sambil menunggu datangnya waktu isya dan tarweh tiba, aku sambil nonton berita Metro TV [Tanyangan berita favoritku]. Beritanya mengangkat tema tentang kondisi perbaikan jalan yang tidak rampung menjelang datangnya lebaran. Beberapa waktu sebelumnya menteri pekerjaan umum sudah mengisyaratkan selesai H-10 kondisi jalan sudah siap menyambut mudik lebaran. Ternyata dalam tanyangan tersebut terlihat jalan antara Tegal – Brebes dan Indramayu masuk belum selesai pekerjaannya.Berita lainnya… tentang penjualan tiket kereta api di gambir yang telah ludes habis dipesan oleh para pemudik. Hasilnya kondisi  stasiun gambir sedikit lengang dari biasanya yang berjubel-jubel. Terdapat dua kondisi dari berita tadi. Satu sisi belum adanya keberesan dan sisi lain sudah nampak lebih terorganisir. Dalam benak saya, mengapa ditengah kondisi bulan puasa ini masih disibukkan oleh kegiatan yang tidak menunjang pada pendekatan religi justru disbukkan oleh pekerjaan2 berat yang bahkan membatalkan puasa dengan alasan pekerjaan.Seperti pengerjaan jalan yang setiap tahun tidak beres dan belum selesai apalagi menjelang lebaran. Aku tidak habis berpikir mengapa para pengambil kebijakan dinegeri ini tidak merubah schedule atau mempercepat pekerjaan seblum datangnya bulan ramadhan. Alangkah indahnya dan alangkah khusyu ibadah puasa ramadhan bila tanpa disertai oleh pekerjaan berat2 seperti ini. Alangkah baiknya bulan ramadhan tiba sudah tidak ada pekerjaan berat seperti perbaikan jalan. Jadi pendeknya 1 bulan atau 2 bulan sebelum ramadhan tiba, infrastukrur darat sudah tertangani dengan baik sehingga masuk bulan ramadhan dapat dinikmati dengan khyusu dan banyak ibadah. Mungkinkah ini dilaksanakan pada tahun 1429 H…. Yang cukup menarik perihal tiket yang sudah ludes habis baik H-10 maupun H+10. Hemat aku… hal yang seperti ini patut dicontoh. Setidaknya masyarakat tidak disibukakkan oleh persoalan tiket ditengah jalannya puasa ramadhan, disisi lain petugas juga tidak terlalu direpotkan oleh pekerjaannya. Syukur2 bila penjualan tiket sudah disebar 1 bulan sebelum datangnya ramadhan. Bisa dibayangkan.. ibadah puasa dapat dijalankan dengan lancar, khusyu dan penuh dengan ibadah. Sudah saatnya para “penggede” negeri ini menyusun schedule kegiatan lebih dini agar umat tidak terganggu kekhyusukan ibadah puasa ramadhan dan sekaligus dapat memberikan efek yang positif terhadap pekerjaan2 lainya.  Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, insya allah bila schedule kegiatan dapat ditata dengan rapi makan jadwal pekerjaan tidak molor. dan yang tidak dilupakan adalah persoalan1 teknis kecil yang kadang menjadi ganjalan juga secara dini diselesaikan dengan cepat dan tepat waktu. Semogaa ibadah puasa Ramadhan 1429 H tidak ada lagi tontotan TV tentang perbaikan jalan raya dan jubelnya stasiun kereta api dan pesawat terbang… 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: